Inovasi Pembelajaran dengan Metode Strategi Pembelajaran Inkuiri melalui Media Internet Jejaring Sosial Facebook Ririn Noorhaisna Raffela

by

 Ririn Noorhaisna Raffela

Abstrak

Pembelajaran inkuiri bertujuan untuk memberikan cara bagi mahasiswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif. Pembelajaran inkuiri beriorientasi pada, keterlibatan mahasiswa dan keterarahan kegiatan secara maksimal dalam proses kegiatan belajar serta mengembangkan sikap percaya pada diri mahasiswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

Strategi pembelajaran inkuiri dapat membantu agar perhatian mahasiswa dalam pembelajaran di kelas lebih menarik. Salah satu jejaring social yang saat ini banyak di gandrungi oleh masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa adalah Facebook. Kehebatan Facebook adalah simpel dan elegan, didukung dengan banyak fitur dalam satu halaman. Spontanitas membuat orang enjoy dengan Facebook. Mereka bisa mengetahui secara langsung apa yang sedang dipikirkan atau yang dilakukan oleh teman-temannya sekaligus bisa langsung memberikan komentar. Semua berada pada satu halaman.

Facebook dapat di jadikan salah satu  alternatif untuk menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa sehingga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dalam perkuliahan. Sehingga terjadi interaksi dan negosiasi untuk penciptaan arti dan konstruksi makna dalam diri mahasiswa dan tenaga pengajar, sehingga dicapai pembelajaran yang bermakna.

 

Pendahuluan

Proses pembelajaran merupakan esensi dari penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. Tuntutan masyarakat terhadap efisiensi, produktivitas, efektivitas mutu, dan kegunaan hasil dalam penyelenggaraan proses pembelajaran di perguruan tinggi merupakan hal yang menjadi keharusan. Namun dalam pelaksanaan perkuliahan di kelas ternyata dihadapkan pada masalah yang menghambat keberhasilan proses pembelajaran tersebut. Masalah yang terjadi dan sangat merisaukan dosen adalah rendahnya partisipasi mahasiswa dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas ( Saliman, 2010).

Mahasiswa biasanya dalam setiap perkuliahan selalu pasif cenderung hanya duduk, diam, dan sekedar mendengarkan tanpa memberikan respon yang relevan dengan materi kuliah. Tidak pernah berani mengemukakan pendapatnya dan tidak pernah berani bertanya. Perhatian mahasiswa dalam pembelajaran di kelas dipengaruhi oleh menarik tidaknya proses perkuliahan tersebut baik dari segi materi kuliah maupun strategi pembelajarannya. Rasa percaya diri mahasiswa harus ditumbuhkan dan dikuatkan agar dapat bereksplorasi dalam memahami pengetahuan. Apabila proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan minat, karakteristik, dan kebutuhan, maka kepuasan belajar mahasiswa dapat tercapai.

Kondisi pasif mahasiswa menjadi permasalahan bagi dosen pengajar karena menyebabkan ketercapaian penguasaaan materi kuliah oleh mahasiswa sangat rendah. Hal ini sangat berbeda jika mahasiswa online pada jejaring social, mereka berani memberikan pendapat (komentar) terhadap status-status yang ditulis pada akun tersebut.

Salah satu jejaring social yang saat ini banyak di gandrungi oleh masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa adalah Facebook. Kehebatan Facebook adalah simpel dan elegan, didukung dengan banyak fitur dalam satu halaman. Spontanitas membuat orang enjoy dengan Facebook. Mereka bisa mengetahui secara langsung apa yang sedang dipikirkan atau yang dilakukan oleh teman-temannya sekaligus bisa langsung memberikan komentar. Semua berada pada satu halaman.

Media ini dapat di jadikan salah satu  arternatif untuk menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa sehingga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dalam perkuliahan. Sehingga terjadi interaksi dan negosiasi untuk penciptaan arti dan konstruksi makna dalam diri mahasiswa dan tenaga pengajar, sehingga dicapai pembelajaran yang bermakna. Media ini sangat cocok dikombinasikan dengan metode pembelajaran inkuiri yang beriorientasi pada keterlibatan mahasiswa dan keterarahan kegiatan secara maksimal dalam proses kegiatan belajar serta mengembangkan sikap percaya pada diri mahasiswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

 

Strategi Pembelajaran Inkuiri

Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Ia menambahkan bahwa pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa/mahasiswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif. Jika berpikir menjadi tujuan utama dari pendidikan, maka harus ditemukan cara-cara untuk membantu individu untuk membangun kemampuan itu.

Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktifitas mahasiswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pendekatan inkuiri menempatkan mahasiswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan dosen secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri. Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan mahasiswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Artinya dalam pendekatan inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar mahasiswa. Aktvitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara dosen dan mahasiswa, sehingga kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri. Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental, akibatnya dalam pembelajaran inkuiri mahasiswa tidak hanya dituntut agar menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.

Sanjaya (2008:202) menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

A.    Orientasi

Pada tahap ini guru melakukan langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang kondusif. Hal yang dilakukan dalam tahap orientasi ini adalah:

1.    Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa

2.    Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah, mulai dari langkah merumuskan merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan

3.    Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar siswa.

B.    Merumuskan masalah

Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk memecahkan teka-teki itu. Teka-teki dalam rumusan masalah tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam pembelajaran inkuiri, oleh karena itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.

C.    Merumuskan hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.

D.   Mengumpulkan data

Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pemgumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya.

E.    Menguji hipotesis

Menguji hipotesis adalah menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

F.    Merumuskan kesimpulan

Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.

 

Dalam praktik pembelajaran, pada dasarnya pendekatan inkuiri adalah menggunakan pendekatan konstruktivistik, di mana setiap mahasiswa sebagai subyek belajar, dibebaskan untuk menciptakan makna dan pengertian baru berdasarkan interaksi antara apa yang telah dimiliki, diketahui, dipercayai, dengan fenomena, ide, atau informasi baru yang dipelajari. Dengan demikian, dalam proses belajar mahasiswa telah membawa pengertian dan pengetahuan awal yang harus ditambah, dimodifikasi, diperbaharui, direvisi, dan diubah oleh informasi baru yang diperoleh dalam proses belajar.

Proses belajar tidak dapat dipisahkan dari aktivitas dan interaksi, karena persepsi dan aktivitas berjalan seiring secara dialogis. Pengetahuan tidak dipisahkan dari aktivitas di mana pengetahuan itu dikonstruksikan, dan di mana makna diciptakan, serta dari komunitas budaya di mana pengetahuan didesiminasikan dan diterapkan. Dalam pebelajaran dengan pendekatan inkuiri ini mahasiswa akan dihadapkan pada suatu permasalahan yang harus diamati, dipelajari, dan dicermati, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman konsep mata kuliah dalam kegiatan pembelajaran. Secara logika apabila mahasiswa meningkat partisipasinya dalam kegiatan pembelajaran, maka secara otomatis akan meningkatkan pemahaman konsep materi pembelajaran, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan prestasi belajar.

 

Facebook

            Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc. Pada Januari 2011, Facebook memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif. Pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya. Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh administrasi universitas di AS dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputer Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun.

Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan menurut pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, diikuti oleh MySpace. Entertainment Weekly menempatkannya di daftar “terbaik” akhir dasawarsa dengan komentar, “Bagaimana cara kita menguntit bekas kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan memainkan permainan Scrabulous sebelum Facebook diciptakan?” Quantcast memperkirakan Facebook memiliki 135,1 juta pengunjung bulanan di AS pada Oktober 2010. Menurut Social Media Today pada April 2010, diperkirakan bahwa 41,6% penduduk Amerika Serikat memiliki akun Facebook. Pengguna dapat membuat profil dilengkapi foto, daftar ketertarikan pribadi, informasi kontak, dan informasi pribadi lain. Pengguna dapat berkomunikasi dengan teman dan pengguna lain melalui pesan pribadi atau umum dan fitur obrolan. Mereka juga dapat membuat dan bergabung dengan grup ketertarikan dan “halaman kesukaan” (dulu disebut “halaman penggemar” hingga 19 April 2010), beberapa di antaranya diurus oleh banyak organisasi dengan maksud beriklan.

Mencegah keluhan tentang privasi, Facebook mengizinkan pengguna mengatur privasi mereka dan memilih siapa saja yang dapat melihat bagian-bagian tertentu dari profil mereka. Situs web ini gratis untuk pengguna dan mengambil keuntungan melalui iklan seperti iklan spanduk. Facebook membutuhkan nama pengguna dan foto profil (jika ada) agar dapat diakses oleh setiap orang. Pengguna dapat mengontrol siapa saja yang dapat melihat informasi yang mereka bagikan, juga menemukannya melalui pencarian dengan memanfaatkan pengaturan privasi.

Facebook sudah menjadi icon tersendiri dimasyarakat dunia, produk komunikasi seperti handphone, smartphone, blackberry termasuk operator seluler juga memanfaatkan facebook sebagai nilai tambah dalam iklan penjualan mereka, dengan gadget yang mereka tawarkan akan memberi kemudahan untuk selalu terhubung dengan teman dan jaringan di facebook, ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah begitu dekat dengan facebook, diluar dari itu semua facebook mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri tergantung dari sudut pandang yang melihatnya.

Kelebihan facebook :

1.    bisa ketemu dengan teman-teman lama tanpa bertemu muka

2.    media yang mempermudah kita untuk berkomunikasi

3.    media komunikasi massa yang murah dan gratis

4.    banyak orang yang bergabung termasuk yang gaptek sekalipun

5.    banyak fitur yang berguna dan menyenangkan

6.    jadi inspirasi bagi pemerintah jika mau punya data online penduduknya di mana penduduknya senang menggunakannya

7.    bisa main game-game asyik yang menghilangkan stress

8.    memaksa/membuat orang yang tidak kenal komputer & internet

Kekurangan facebook :

1.    mulai marak spam dari orang yang mau promosi produk

2.    banyak penipu dan penjahat online bergentayangan cari mangsa

3.    data diri pribadi kita bisa tersebar pada pihak yang tidak diinginkan

4.    kegiatan hidup personal kita diketahui pihak lain

5.    berbahaya bagi yang terlalu jujur, rajin curhat, kurang waspada, dll

6.    membuat ketagihan dan mengganggu kegiatan hidup nyata

7.    membuang uang jika punya uang terbatas dan internet mahal

 

Penerapan Metode Strategi Pembelajaran Inkuiri melalui Media Internet Jejaring Sosial Facebook

Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, menuntut perubahan pola mengajar dari yang hanya sekadar mengingat fakta yang biasa dilakukan melalui strategi pembelajaran dengan metode kuliah (lecture) atau dari metode latihan (drill) dalam pola tradisional, menjadi pengembangan kemampuan berpikir kritis (critical thinking). Pendekatan Inkuiri dalam pebelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan mahasiswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat  merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Pembelajaran inkuiri beriorientasi pada, keterlibatan mahasiswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, keterarahan kegiatan secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

Ada tiga ciri pembelajaran inkuiri, yaitu pertama, Strategi Inquiry menekankan pada aktivitas mahasiswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan (mahasiswa sebagai subjek belajar). Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan mahasiswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri yang sifatnya sudah pasti dari sesuatu yang sudah dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sifat percaya diri. Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inquiry adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis.

Prinsip penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah berorientasi pada pengembangan intelektual, prinsip interaksi, prinsip bertanya, prinsip belajar untuk berpikir, dan prinsip keterbukaan. Dilihat dari prinsip penggunaan strategi inkuiri ini maka dapat di kembangkan media yang mendukung penerapan strategi pembelajaran inkuiri ini, salah satunya adalah internet.

Internet telah memberikan pengaruh yang besar terhadap system pendidikan. Media Internet dapat membantu aktivitas mahasiswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, dapat mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu yang dipertanyakan dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis. Secara luas internet menyediakan banyak fasilitas salah satunya adalah jejaring social Facebook. Banyak manfaat yang bisa diambil dari situsweb yang satu ini, yaitu untuk mempromosikan blog, agar mendapat perhatian dari teman-teman kita, buat tulisan yang menarik perhatian sehingga mengundang rasa penasaran untuk membacanya, apalagi kalau teman kita banyak, kemungkinan blog kita akan banyak pengunjungnya, anggap saja promosi gratis sekalian meng update status facebook, itu adalah sebagian dari keuntungan facebook.

Fasilitas yang di sediakan oleh Facebook sangatlah beragam, ini sangat membantu dalam pengembangan media penerapan strategi pembelajaran inkuiri. Mahasiswa salah satu dari pengguna Facebook terbanyak, dengan menggunakan media Facebook di harapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam setiap kegiatan pembelajaran terutama memahami konsep-konsep materi kuliah, sehingga dapat mengoptimalkan pemahaman konsep materi kuliah dan pada gilirannya hasil belajar yang dicapai mahasiswa maksimal.

 

Kesimpulan

1.    Tiga ciri pembelajaran inkuiri, yaitu pertama, Strategi Inquiry menekankan pada aktivitas mahasiswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan (mahasiswa sebagai subjek belajar). Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan mahasiswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri yang sifatnya sudah pasti dari sesuatu yang sudah dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sifat percaya diri. Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inquiry adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis.

2.    Prinsip penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah berorientasi pada pengembangan intelektual, prinsip interaksi, prinsip bertanya, prinsip belajar untuk berpikir, dan prinsip keterbukaan. Dilihat dari prinsip penggunaan strategi inkuiri ini maka dapat di kembangkan media yang mendukung penerapan strategi pembelajaran inkuiri ini, salah satunya adalah internet.

3.    Secara luas internet menyediakan banyak fasilitas salah satunya adalah jejaring social Facebook. Fasilitas yang di sediakan oleh Facebook sangatlah beragam, ini sangat membantu dalam pengembangan media penerapan strategi pembelajaran inkuiri.

 

Daftar Rujukan

Herdian. 2010. Model Pembelajaran Inkuiri. [online]. Tersedia : http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/model-pembelajaran-inkuiri, diakses 26 Agustus 2011

Mahmudin. 2009. Pendekatan inkuiri dalam pembelajaran. [online]. Tersedia : http://mahmuddin.wordpress.com/2009/11/10/pendekatan-inkuiri-dalam-pembelajaran, diakses 26 Agustus 2011

Menthaluss. 2009. Keuntungan dan Kerugian Facebook. [online]. Tersedia : http://menthaluss.blogspot.com/2009/09/keuntungan-dan-kerugian-facebook.html, diakses 26 Agustus 2011

Saliman. 2010. Pendekatan Inkuiri dalam Pembelajaran. [online]. Tersedia : http://staff.uny.ac.id/system/files/penelitian/Saliman,%20Drs.%20M.Pd./PENDEKATAN%20INKUIRI.pdf, diakses 26 Agustus 2011.

Sidharta, Arief. 2010. Model Pembelajaran Asam Basa Berbasis Inkuiri Laboratorium Sebagai Wahana Pendidikan Sains Siswa SMP. [online]. Tersedia: http://abstrak.digilib.upi.edu/ Direktori, diakses 26 Agustus 2011

Sumanto. 2011. Pendekatan Inkuiri dalam IPA. [online]. Tersedia: http://sumantomantos.wordpress.com/2011/01/02/pendekatan-inkuiri-dalam-ipa, diakses 26 Agustus 2011

 

Unnes Social Network. 2009. Menerapkan Metode Pembelajaran Pendekatan Inkuiri dan Lesson Study pada Mata Pelajaran IPA Bab Proses Fotosintesis. [online]. Tersedia: http://blog.unnes.ac.id/008tp2009/ menerapkan-metode-pembelajaran-pendekatan-inkuiri-dan-lesson-study-pada-mata-pelajaran-ipa-bab-proses-fotosintesis, diakses 27 Agustus 2011

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.